3 Jenis Cedera Saat Olahraga dan Cara Mencegahnya

Olahraga adalah salah sebuah kegiatan penting buat memelihara kebugaran. Dengan berolahraga maka tubuh akan sehat dan terlepas dari beberapa macam penyakit. Akan tetapi kadang-kadang, entah karena gerakan yang salah, sangat banyak bergerak terlampau cepat, kurang tidur, dan kurangnya pemanasan (warming up) akibatnya cedera pun tidak bisa dihindari. Apa saja jenis cedera saat olahraga dan cara mencegahnya bagaimana?

Sebuah penelitian memperlihatkan bahwa gerakan yang berulang-ulang yang dilakukan dalam olahraga dan latihan teratur seperti mendayung, berenang, dan lari jarak jauh menjadi penyebab dari seluruh cedera. Disamping itu tendinitas, stres umum, dan peradangan merupakan cedera berlebihan yang paling umum kerap terjadi. Penyebab yang sangat sering mendatangkan cedera parah yakni olahraga semua tubuh tapi dalam porsi berlebihan dan intensitasnya tinggi.

Nah untuk menjauhinya, berikut jenis-jenis cedera saat olahraga dan cara mencegahnya.

  1. Ankle keseleo

Bukan cuma jogging biasa ternyata jogging di treadmill pun dapat menyebabkan keseleo pergelangan kaki atau ankle keseleo. Berjalan di luar di tanah yang naik dan turun atau tidak rata dari trotoar juga menambah kemungkinan mengalami keseleo pergelangan kaki. Kiatnya, cari jalan yang telah diaspal, hindari tanah yang berlubang dan tidak rata jikla Anda akan jogging atau melakukan olahraga yang lainnya.

  1. Nyeri di tulang kering

Nyeri di sepanjang sisi bagian dalam tulang kering (tibia) barangkali menjadi pertanda dari sindrom stres tibialis medial atau kita lebih mengenalnya dengan sebutan shin splints. Cedera ini biasanya terjadi pada pelari. Shin splints pun bisa berkembang di setiap orang yang ikut dalam olahraga melompat atau lari.

Pakai sepatu yang sesuai dan dengan cara bertahap menambah intensitas latihan Anda (jangan melebihi dari 10%  per minggu) untuk menghindari shin splints. Hindari pula jogging atau berjalan secara mendadak tidak dengan pemanasan. Pemanasan pertama dengan cara melakukan jumping jacks agar darah berjalan dan otot Anda menjadi hangat. Hal ini penting guna mencegah terjadinya cedera.

  1. Nyeri tajam di punggung bawah

Nyeri yang tajam di punggung bawah sepanjang latihan dapat jadi pertanda Anda telah berlebihan ketikat latihan. Ketegangan punggung bawah Anda bisa dipicu karena memutar gerakan ke samping atau ke depan.

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan kaki datar di lantai perlu dilakukan supaya tulang belakang netral. Tulang belakang Anda mesti menyentuh lantai bawah, leher dan punggung bawah untuk meresap nyeri sepanjang latihan.

Demikianlah 3 jenis cedera saat olahraga dan cara mencegahnya. Memang masih banyak jenis cedera lainnya, namun 3 jenis cedera di atas paling sering terjadi dan dialami oleh kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *