Pasha Sentil Giring Yang Kritik Anies Terkait Bencana Banjir Di Jakarta  

Pasha Sentil Giring Gara-gara Kritik Keras Gubernur Anies, Ini Balasannya:  Bukan Kritik Sembarangan - Tribunnews.com Mobile

Giring Ganesha merupakan mantan vokalis Nidji yang saat ini menjabat Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Baru baru ini, Giring kena sentil Sigit Purnomo Syamsuddin atau biasa disapa Pasha Ungu selaku mantan Wakil Wali Kota Palu.

Lalu, apa yang membuat Pasha Ungu menyentil Giring Ganesha? Temukan jawabannya dengan menyimak beberapa berita terkini menarik dibawah ini :

  • Sentilan Pasha Menyikapi Kritikan Giring Kepada Gubernur DKI Terkait Bencana Banjir Di Jakarta

Sentilan Pasha untuk menyikapi kritikan Giring kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait terjadinya bencana banjir di sejumlah lokasi di Jakarta. Pasha sepakat jika Pemerintah DKI Jakarta memang perlu memberikan ekstra perhatian khusus terkait program penanganan banjir termasuk cara bagaimana mengatasi masalah tersebut. 

Bahkan, Pasha bilang jika diperlukan harus ada tim Satgas banjir yang dibentuk untuk mengantisipasi kejadian banjir yang memang terus berulang hampir setiap tahunnya. 

  • Pasha Menyarankan Para Anggota DPRD DKI Jakarta Untuk Membuka Kembali Blue Print Perencanaan Pembangunan Ibu Kota Jakarta Sejak Zaman Belanda

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu bertutur, pemerintah bekerja berdasarkan prinsip kebutuhan yang dilaksanakan by sistem, by regulasi, serta anggaran yang telah diposkan di setiap OPD terkait. 

Pasha juga menyarankan supaya para anggota DPRD DKI Jakarta termasuk kader PAN untuk membuka kembali blue print perencanaan pembangunan ibu kota Jakarta sejak zaman Belanda. Pasha berkata, jika dirinya merasa yakin semuanya telah tertuang didalam termasuk jawaban terkait bagaimana caranya supaya Jakarta tidak banjir lagi. Menurutnya, kapabilitas yang Giring sampaikan itu sangat “bias” serta tidak tepat pasalnya persoalan Jakarta tidak hanya banjir saja. 

  • Pasha Membeberkan Sejumlah Persoalan Baru Di Jakarta

Pasha juga membeberkan sejumlah persoalan baru di Jakarta sebagai dampak dari pandemic Covid-19, seperti persoalan pemulihan ekonomi, pembangunan dan pembenahan, serta dekorasi kota yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Pasha berpendapat bahwa semua persoalan itu harus diselesaikan setidaknya secara linear atau pararel. 

Lanjut Pasha, jika dikemudian hari persoalan banjir ini melahirkan pendapat terkait kapabilitas secara menyeluruh, maka dirinya pribadi juga tidak sepakat. Giring Ganesha selaku pemimpin partai di Repulik ini sejatinya harus lebih bijak melihat situasi bangsa Indonesia yang sedang “sakit” dan “sulit”. Setidaknya narasi yang dibangun olehnya harus bisa menenangkan bukannya meresahkan, apalagi sampai ke persoalan penilaian ketidakmampuan seseorang. 

Banjir yang sering berulang di Jakarta memang kerap menimbulkan banyak korban. Selain korban warga yang harus mengungsi karena rumahnya terendam dan mengalami dampak lainnya, namun banjir yang melanda Jakarta juga kerap menjadi komoditas politik. 

Oleh karena itu, akan selalu ada korban yang harus siap siap “diikat” di kursi atau bahkan di meja persembahan. Mereka harus siap dijadikan sebagai pihak yang paling disalahkan atas banjir yang terjadi di Jakarta. Rasanya tidak aneh, jika akhirnya Gubernur DKI bahkan Presiden bisa menjadi korban banjir Jakarta. 

Saat ini, Jokowi sebagai Presiden dan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta bisa saja menjadi korban serangan politik terkait persoalan banjir di Jakarta. Lalu, sebenarnya yang layak disalahkan atas terjadinya banjir di Jakarta itu siapa? Jokowi dijadikan objek hujatan terkait persoalan itu karena pernah menyampaikan keyakinan bahwa banjir di Jakarta akan lebih mudah ditangani jika dirinya yang menjadi Presiden.

Leave a Reply

Your email address will not be published.