Doa Sesudah Makan Dan Makna Dibalik Doa Tersebut

Keutamaan & Manfaat Membaca Doa Nabi Yunus, Penyelamat dari Perut Paus

Ketika kita masih bisa makan enak setiap harinya kemudian dapat menikmatinya, maka kita harus sadar bahwa sumber makanan enak tersebut berasal dari Allah SWT. Tanpa kehendak dan kekuasaan Allah SWT yang menciptakan tumbuhan, hewan, buah, dan lainnya maka tidak ada yang dapat diolah menjadi makanan. Jadi selain menjadi dzat pencipta, Allah SWT juga menjadi dzat pemberi.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Huud ayat 6, yang artinya :

“Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya.” (QS. Huud ayat 6).

Sesudah makan, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa sesudah makan berikut ini :

  1. Doa Sesudah Makan 1

“Alhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiin.”

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).

  1. Doa Sesudah Makan 2

“Alhamdulillâhilladzî ath’amanâ hadzat tha’âma wa razaqanâ iyyâhu min ghairi haulin minnî wa lâ quwwatin.”

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami makan dengan makanan ini dan telah mengaruniakan kami akan itu makanan dengan tiada daya dan upaya dari kami.”

Apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam doa sesudah makan tersebut adalah bersyukur atas kenikmatan makanan yang telah diberikan Allah Kepada diri kita. Maka, dengan membaca doa sesudah makan tersebut, kita diingatkan pada hakikat rubbubiyah Allah SWT dan sifat kuasa-Nya. Karena sesungguhnya, proses makan mulai dari awal hingga akhir itu adalah murni kekuasaan Allah SWT bukan atas kemauan kita.

Setelah mengetahui doa sesudah makan, mari kita cari tahu makna dari doa sesudah makan tersebut. Ini ulasan makna doa sesudah makan :

  1. Kalimat “Alhamdu lillahhil-ladzi”

Dari kalimat “Alhamdu lillahhil-ladzi” yang artinya ucapan pujian kepada Allah SWT. Kita diajak untuk selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Sebab, semua hidangan dan proses makan dapat terjadi atas kuasa dan izin Allah SWT.

  1. Kalimat “Ath-amanaa wa saqaana”

Kata “ath-amanaa” merupakan bentuk fi’il madhi yang memiliki faedah ta’diyah, yang memiliki arti, “Dia yang telah memberi makan makanan ini kepadaku.” Dia merupakan Allah SWT yang sebagai subyek dan sebagai pemberiannya.

  1. Kalimat “Waja’alanaa minal muslimiin”

Kalimat “Waja’alanaa minal muslimiin” ini berarti serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.

  1. Kenikmatan Datangnya Dari Allah

Sebagai umat Muslim, kita juga harus menyadari bahwa kenikmatan makan yang dirasakan datangnya dari Allah SWT. Jadikan kenimatan tersebut untuk kita senantiasa bersyukur masih diberikan keinginan untuk makan, bersyukur tidak sakit, serta bersyukur masih dapat menikmati makanan apapun.

Membaca doa sesudah makan merupakan wujud rasa syukur kita terhadap makanan serta keberkahan yang telah kita makan.

  1. Keberkahan Makanan

Sesudah makan dan minum kemudian apa yang kita harapkan sesudah merasa cukup, selain mengucapkan syukur masih diberikan kenikmatan hingga sebagai umat Muslim juga kita wajib berharap dengan keberkahan-Nya.

Jika kita mendapatkan keberkahan dari-Nya hingga terus menjadi menuntun kita untuk senantiasa berbuat baik. Selain itu, juga hendak mendatangkan banyak kebaikan buat diri kita sehingga doa sesudah makan ini juga menjadi salah satu amalan sesudah makan yang hendak mendatangkan kebaikan.

Meski, terkesan sangat simple namun sangat penting untuk kita mengarahkan doa tersebut semenjak kecil untuk kemudian diamalkan setiap hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.